Inilah Penyebab Utama Munculnya Jerawat di Wajah Anda

Jerawat merupakan penyakit kulit yang umumnya diderita anak remaja. Tersumbat nya pori-pori kulit karena kotoran merupakan penyebab munculnya jerawat. Jerawat dapat tumbuh subur pada waktu-waktu tertentu disaat hormon perangsang kelenjar minyak diproduksi secara berlebih.
Bagi anak usia remaja jerawat muncul di wajah sedangkan pada orang dewasa usia 25 - 45 tahun bisa muncul di punggung, leher, pundak, bahkan tempat-tempat lain yang tidak terlihat.

remaja berjerawat

Image courtesy of David Castillo Dominici / FreeDigitalPhotos.net


Perlakuan seseorang terhadap kulit wajahnya sangat berpengaruh terhadap munculnya masalah ini. Kebiasaan-kebiasaan kecil yang sering anda lakukan dapat merangsang pertumbuhan jerawat secara langsung.


5 Hal Sederhana Yang Memicu Jerawat di Wajah Cantik Anda

  1. MEMAKAI MAKE-UP SEBELUM BEROLAHRAGA
    Kesalahan besar yang umum dilakukan perempuan adalah hanya membersihkan wajah setelah berolahraga. Harusnya, sebelum berolahraga muka sudah dibersihkan agar ketika keringat keluar, debu atau sisa make-up tidak menempel di permukaan kulit.

    Produk perawatan kulit dan rambut, seperti hair conditioner, gel, moisturizer, sunscreen, dan produk-produk lain yang mengandung minyak, dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan timbulnya jerawat.

    Ganti produk tersebut dengan bahan yang tidak menyumbat pori-pori, perhatikan pada label kemasan ditulis oil-free atau noncomedogenic. Namun meskipun menggunakan produk yang tidak mengandung minyak, Anda tetap harus membersihkan wajah sebelum berolahraga.
  2. SERING MERABA-RABA DAGU ATAU PIPI
    Mungkin anda tak sadar melakukan kebiasaan kecil ini, sering mengusap keringat di area wajah dengan tangan atau menggosok hidung bisa mendorong tumbuhnya bakteri yang menyebabkan masalah kulit. Hindari juga memegang jerawat yang mulai tumbuh.

    Memencet jerawat bisa membuat bakteri masuk semakin dalam ke lapisan kulit, sehingga nantinya akan menimbulkan peradangan dan memicu warna hitam bekas jerawat secara permanen.
  3. TIDAK RAJIN MEMBERSIHKAN MUKA
    Segera mencuci wajah setelah anda berolahraga atau pun melakukan aktivitas lain yang membuat anda berkeringat. Aktivitas fisik dapat memanaskan tubuh, menyebabkan keringat bercampur dengan minyak di permukaan kulit. Kedua hal ini bisa menyumbat pori-pori wajah. Jika Anda tidak bisa mencuci muka, keringkan wajah dan tubuh Anda dengan handuk, lalu segera berganti pakaian.

    Berlama-lama mengenakan pakaian yang basah karena keringat, apalagi yang ketat, juga membuat dada, punggung, dan bagian lain dari tubuh Anda ditumbuhi jerawat.
  4. TERLALU SERING MENCUCI WAJAH DENGAN SABUN
    Jerawat tidak hanya disebabkan oleh kotoran dan bakteri. Karena itu, tidak ada gunanya sering-sering mencuci muka dengan sabun atau scrub yang mengandung bahan anti-bakteri seperti alkohol. Kondisi wajah Anda bahkan bisa makin parah karena memaksa produksi minyak berlebih.

    Ubah kebiasaan anda dengan membasuh muka dari rahang ke arah garis rambut dengan sabun yang lembut dan air hangat, bisa sekali atau dua kali sehari. Jangan lupa, cuci dulu tangan anda sebelum menyentuh muka. Lalu, keringkan dengan handuk kering dan lembut.
  5. MEMBIARKAN STRES BERLANJUT
    Mungkin anda pernah mendengar bahwa stres bisa berpengaruh pada kesehatan kulit. Sebab ketika stres, tubuh memproduksi hormon stres (kortisol) yang akan merangsang produksi minyak berlebih dari kelenjar sebum di dalam kulit. Kelebihan minyak ini bercampur dengan sel-sel kulit mati dan bakteri, jerawat bisa bertambah besar atau bertambah parah.

Perlakuan seseorang terhadap kulit wajah seringkali menyebabkan jerawat tumbuh subur tanpa disadarinya. Oleh karena itulah, perhatikan baik-baik faktor pemicu kemunculan jerawat sebelum menyesal dikemudian hari. Gunakan obat yang sudah terpercaya ampuh untuk mengatasi masalah ini dengan aman.

Apabila obat jerawat biasa yang anda gunakan belum berhasil mengatasi masalah ini, kemungkinan ada beberapa faktor lain yang menjadi penyebabnya. Antara lain, perubahan hormonal seperti menstruasi, kehamilan, atau memulai dan berhenti mengkonsumsi pil KB.
2012-10-27
Aku Sehatku, Updated at: 11:46

Mari berbagi :

Jangan ragu untuk membagikan artikel yang baru anda baca di atas, karena informasi ini bisa jadi sangat berharga bagi mereka.

Ulasan lain yang banyak dicari :